Jumat, 26 Februari 2016

0,5 yang berkesan

Permata mahkota agama
Berada sejak dulu
Mengenal saat ini
Tak terasa saat dekat
Memiliki rasa saat jauh
3,5 yang biasa
0,5 yang berkesan

Permata mahkota agama
Sungguh menawan dan cemerlang
Seperti gaya gravitasi bumi
yang menarik semua orang untuk kagum melihatnya
Seperti matahari yang memberikan sinarnya pada bulan
Permata mahkota agama selalu baik pada semua

Permata biasa
Dengan sinarnya yang redup
Tak secemerlang intan dan berlian
Tak mempesona seperti emas

Permata biasa
Seperti mutiara yang berkilau dengan indah di dasar lautan
yang menutupi keindahannya
Seperti perjuangan pasukan semut untuk mengangkut makanan ke sarang
seperti itulah perjuangan orang yang ingin mendapatkan kilauan cahaya permata biasa

Saat semua pandangan tertuju pada permata mahkota agama
Semua tak melihat kekurangannya, melainkan mengagungkan kelebihannya
Saat permata mahkota agama terbuai dengan hal itu
Disitulah awal dari sebuah kejujuran terungkap

Saat tak ada lagi yang memandangnya karena mengetahui kekurangannya
Saat yang lain mencari yang lebih cemerlang
Saat yang lain mulai meninggalkannya
Saat yang lain mulai mengabaikannya
Di saat itu pula keindahan permata biasa memancarkan sinarnya

Sinar kejujuran untuk terus memandang karena kelebihan dan kekurangannya
Sinar keikhlasan untuk membuatnya bangkit
Sinar peneguh untuk memperkokohnya untuk tetap berdiri
Sinar kesetiaan untuk terus bersamanya

Saat berlian, intan dan emas pergi meninggalkan permata mahkota agama
Saat gaya gravitasi tak dapat menarik orang untuk memandang permata mahkota agama
Namun disaat itu ada sebuah gaya tarik baru muncul dari sebuah ketulusan
Ketulusan permata biasa untuk permata mahkota agama

Seperti kanan yang melengkapi kiri
Seperti tinta yang mengisi sebuah pena
Seperti mata dengan kelopak mata
Seperti itulah permata mahkota agama dan permata biasa

Keindahan sesungguhnya terletak dari hati
Bukan dilihat dari penampang sel sel epitel wajah yang cerah
Ketulusan sesungguhnya datangnya dari hati
Bukan dari sikap yang timbul saat raga terlihat sempurna
Karena hati selalu jujur, tak pernah berdusta

M.I.P

Tidak ada komentar:

Posting Komentar